Minggu, 07 Februari 2010

yui rolling star

yume ni made mita ya na sekai de
arasoi mo naku heiwa ni kurashitai

mou gaman bakka shiterannai yo
iitai koto wa iwanakucha
kaerimichi yuugure no basutei
ochikoda senaka ni BAI BAI BAI
kimi no FIGHTING POSE misenai gao !

yume ni made mita you na sekai wa
arasoi mo naku heiwa nichi jyou

demo genjitsu hibito rabu de
tama ni kuyandari shiteru
sonna ROLLING DAYS

kitto uso nante sou kimi o mota nai no
ALL MY LOVING sou janakya yatterannai

yume ni made mita you no SWEET LOVE
koibito-tachi wa kaguregao sagasu no
demo genjistu wa aenai hi ga

tsuzoki nagara no shinjiteru no LONELY DAYS

OH ! OH ! YEAH ! YEAH !

tsumazuitatte WHY TO GO YEAH YAY
dorodoroke ROLLING STAR



I want to live in a world of peace
without conflict like the one I've seen in my dreams

I just can't keep it inside
I've gotta say what i wanna say
the bus stop at twilight on the way home
saying bye bye bye
to the sad back of others
your face doesn't show your fighting pose

a world like the one I've seen in my dreams
without conflict, dailly peace

but in reality I sometimes worry about
love and the day to day grind
those rolling days

you would never hold a lie, no never
all my loving, without it, I can go on

sweet love like the one I've seen in my dreams
lovers searching for hidden faces
but in reality day we can't meet

continue on but I believe lonely days

even if you stumble why to go
muddled rolling star !

Sabtu, 24 Oktober 2009



nih gambar lainnya dari koleksi tas jeans

bagi yang berminat hubungi saya di hp 085693558650
atau via email di alfiyasha@gmail.com atau via facebook di alfihawke@yahoo.com
untuk masalah harga gampang aja nego gitu,

Jumat, 09 Oktober 2009

Sejarah Pemikiran dan Sains Peradaban Yunani Kuno

Sejarah Pemikiran dan Sains Peradaban Yunani Kuno

Pendahuluan

Peradaban Yunani merupakan akar sejarah budaya peradaban Barat yang telah berdiri sejak 2000 SM namun baru menjadi sebuah Negara berpemerintahan sekitar 800 SM - 322 SM. Dilihat dari letak geografisnya peradaban Yunani memang berada di wilayah benua Eropa, karena itu peradaban Yunani menjadi kebanggaan sejarah peradaban barat. Peradaban Yunani kuno terletak di sebelah selatan semenannjung Balkan. Peradaban

Kehidupan bangsa Yunani Kuno menggantungkan dirinya pada kegiatan pertanian karena wilayahnya yang sebagian besar berupa pegunungan, selain itu mereka juga melakukan kegiatan pelayaran dan perdagangan karena letaknya yang strategis di perairan Laut Tengah. Bangsa Yunani merupakan campuran antara penduduk asli dan pendatang yang berasal dari padang rumput sekitar Laut Kaspia. Mereka termasuk Ras Indo Jerman yang disebut bangsa Hellas yang gagah berani. Mereka berimigrasi sejak tahun 2000 Sm kemudian menetap di berbagai daerah.[1]

Dengan letak geografisnya yang merupakan pegunungan mengakibatkan daerah satu dengan daerah lannya terpisah sehingga dalam wilayah politiknya bangsa Yunani mengembangkan system kesatuan politik yang disebut polis dan Negara kota (state city). Polis yang berkembang mula-mula di daratan Yunani adalah kota perdagangan Mycena (yang semula merupakan daerah koloni kerajaan Kreta). Kemudian berkembanglah ratusan polis di Yunani. Hubungan antar polis di Yunani antara lain dalam perdagangan maupun pertukaran ide/gagasan yang kemudian membentuk peradaban Yunani. Masyarakat Yunani bangga sebagai warga kota, mereka merasa Superior sedangkan yang tinggal di luar polis dianggap sebagai bangsa ”barbar”. Rasa Superior itu kemudian tampak pada masyarakat yang tinggal di polis-polis terkemuka Yunani antara lain Sparta dan Athena.[2]

Peradaban Yunani Kuno memiliki penginggalan sejarah yang sangat besar mulai dari peninggalan berupa bangunan-bangunan kuno juga peninggalan filsafat, keilmuan dan sastra. Peradaban Yunani Kuno merupakan peradaban Barat yang paling tua dengan nuansa alam dan bangunan bersejarah yang begitu kental. Dunia Barat sangat bangga akan peninggalan filsafat, ilmu dan sastra dari peradaban Yunani yang dijadikan sebagai akar sejarah budaya Barat. Rasa bangga ini menjadikan hasil budaya peradaban Yunani adalah yang terbaik di jamannya dan merupakan murni hasil karya dan cipta peradaban Yunani

Dengan demikian dalam makalah ini akan dibahas mengenai peninggalan budaya Yunani khususnya filsafat dan sains dan apa benar hasil budaya bangsa Yunani sama sekali tidak tercemar budaya bangsa lain di jamannya.

Pembahasan

Hasil budaya Peradaban Yunani yang paling dibanggakan oleh Barat adalah filsafat dan sainsnya. bangsa Yunani sudah mencapai kemajuan luar biasa di bidang matematika, filsafat, kesenian, astronomi, kedokteran, musik dan politik, bahkan hingga kini hasil budaya mereka ini masih diakui. Dalam periode 1000 s.M. sampai dengan masa Nabi Isa a.s., bangsa Yunani mulai mengembangkan konsep filosofi yang berkaitan dengan sains, politik dan kesenian.[3]

Diantara para pemikir Yunani adalah phytagoras, sokrates, Thales, Plato dan lainnya.mereka banyak memberikan sumbangsih pemikiran filsafat bagi sejarah peradaban barat. Phytagoras berpendapat bahwa semua ilmu pengetahuan bersumber pada matematika khususnya keterkaitan musik, astronomi dan fenomena spiritual dengan bilangan-bilangan. Berikutnya Sokrates, Ia berusaha menjelaskan kepada para pengikutnya pemahaman tentang makna kehidupan yang baik dan saleh. Socrates berusaha mengajarkan tentang makna kehidupan dan kematian, Ia juga menganjurkan bangsa Athena agar berdoa bagi kebajikan dan bukan untuk keuntungan material.[4]

Karya legendaris Plato dalam buku Timaeus dan Critias merupakan ide dasar pemikiran bentuk Negara republik. imaeus dimulai dengan pembukaan, diikuti dengan catatan pembuatan dan struktur alam semesta dan peradaban kuno. Dalam bagian pembukaan, Socrates merenungkan mengenai komunitas yang sempurna, yang dideskripsikan dalam Republic karya Plato.[5] Begitu pula dalam buku critias yang menceritakan komunitas sempurna yang didefinisikan sebagai republic.

Dalam ilmu sains peradaban Yunani memberikan sumbangan dalam kepada ilmu falak, ilmu hisab, ilmu pengobatan, ilmu politik, ekonomi dan undang-undang. Dengan bangga Barat meyakini pemikiran rasional dan logika merupakan gagasan asli dan yang dimulai dalam peradaban Yunani. Dalam dunia akademikj pandangan utama tentang asal-usul filsafat dan sains Yunani Kuno menganggap factor-faktor local budaya Yunani sendiri sebagai pencetus pemikiran rasional dalam peradaban Yunani.[6]

Peradaban Yunani menghasilkan banyak pemikiran dan sains yang hingga kini masih dipergunakan dan menjadi kebanggan peradaban Barat saat ini yang mereka anggap sebagi hasil budaya murni bangsa Yunani tanpa tersentuh budaya peradaban lain pada zamannya. Diantara sarjana kajian Yunani terkemuka seperti Jaeger, Coplestone, Russell, Marias, Lloyd, Flew dan Guthren memiliki pendapat demikian seperti halnya yang di ungkapkan Coplestone, para fiosof Yunani sama sekali tak tahu menahu tentang pemikiran Mesir dan Timur maka pemikiran dan sains mereka adalah hasil kepintaran luar biasa Yunani semata-mata tanpa kaitan apa pun dengan Mesir atau Babylonia.[7]

Pada dasarnya pemikiran Yunani tidak sepenuhnya murni hasil karya bangsa Yunani namun juga memiliki pengaruh dari kebudayaan peradaban lain yang ada sebelum atau sezaman dengannya. Sarjana Yunani lainnya mengkaji ulang mengenai asal usul keintelektualan budaya Yunani seperti James, Bernal, Burket, Osbourne, Preusk, Cline dan lainnya.[8] Dari kajian mereka terdapat keterkaitan peradaban Yunani dengan peradaban lainnya.

Salah satu contohnya adalah pemikiran Phytagoras yaitu mengenai keberadaan ruh atau jiwa dan menganggap ruh terperangkap dalam tubuh jasmani sebagai hukuman karena suatu dosa. Ruh tersebut terkutuk harus menjalani berbagai bentuk inkarnasi, baik sebagai manusia atau pun hewan. Pandangan itu menunjukkan adanya pengaruh keyakinan agama Hindu bangsa India, antara lain juga terlihat dari demikian banyaknya sesembahan dewa dan dewi bangsa Yunani yang memiliki kemiripan dengan kumpulan sebagaimana yang terdapat dalam kitab Veda dan tentang inkarnasi jiwa.[9] Phytagoras banyak berkelana dan memperoleh pendidikan dalam bidang yang berkaitan dengan Orpheus, Ibrani, Mesir, Chaldea, Hindu dan Zoroaster.

Karya besar Plato Timaeus dan Critias menurut James menunjukkan betapa besarnya utang ilmu para pemikir Yunani Kuno kepada peradaban Mesir pada zaman besi. James juga meringkas semua doktrin asli yang terdapat dalam filsafat Yunani dan selanjutnya membuktikan doktrin-doktrin tersebut bias diketahui asal-usulnya dalam system kepercayaan terpahat di batu prasasti yang disebut sebagai Teologi Memphis lebih kurang 4000 Sm yaitu pada zaman ketika dinasti-dinasti pertama Mesir mendirikan ibu kota pertama mereka di Memphis yang kini terkenal dengan kota Kairo.[10]

Martin Bernal dalam bukunya Black Athena menungkapkan adanya keterkaitan peradaban Semit (yahudi), Mesir dan Yunani. Hal ini terlihat dari bahasa Yunani yang walaupun termasuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa, banyak meminjam dari perbendaharaan kata bahasa Kan’an / Semit, dan bahasa Mesir. Bernal juga telah membuktikan bahwa kebudayaan dan peradaban Yunani banyak terpengaruh oleh kebudayaan dan peradaban Mesir dan Funesia, dua bangsa yang pernah menjajah tanah besar dan kepulauan Yunani sekitar 1500 SM, fakta ini juga tidak dibantah oleh sumber-sumber klasik bangsa Yunani.[11]inilah bukti-bukti adanya keterkaitan antara pemikirin bangsa Yunani denga pemikiran bangsa lainnya.

Kesimpulan

Dilihat dari uraian-uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwasanya kebudayaan Yunani juga memiliki pengaruh dari kebudayaan lainnya tidak murni hasil kecerdasan luar biasa bangsa Yunani. Pada dasarnya manusia merupakan makhuk social yang memang hidupnya bersosialisasi dengan manusia lainnya begitu pula dengan peradabab yang juga memiliki hubungan dengan peradaban lainnya.

Apalagi bila kebudayaan lainnya lebih baik dari segi ilmu dan pemikiran banyak juga para pemikir Yunani yang pada akhirnya menuntut ilmu ke negeri lain dan kembali kenegrinya dan mempraktekkan ilmu yang telah didapatnya itu dan atau disempurnakannya lagi.

Referensi

Adi, Setia, Melacak Ulang Asal-Usul Filsafat dan Sains Yunani Kuno, Islamia Tahun III No I, hlm105

http://www.averroes.or.id/opinion/akar-permasalahan-filsafat-yunani.html, yang diakses pada Rabu, 16 September 2009.

Sokrates-Perkembanan Filsafat dan Agama Bangsa Yunani Dalam http://persatuan.web.id/?p=196 yang diakses pada Rabu, 16 September 2009

http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis yang diakses pada Rabu, 16 September 2009. yang diakses pada Rabu, 16 September 2009



[2] Ibid.

[3] Sokrates-Perkembanan Filsafat dan Agama Bangsa Yunani Dalam http://persatuan.web.id/?p=196 yang diakses pada Rabu, 16 September 2009

[4] Ibid

[5] http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis yang diakses pada Rabu, 16 September 2009. yang diakses pada Rabu, 16 September 2009

[6] Adi, Setia, Melacak Ulang Asal-Usul Filsafat dan Sains Yunani Kuno, Islamia Tahun III No I, hlm105

[7] Ibid, hlm 106

[8] Ibid.

[9]Sokrates-Perkembanan Filsafat dan Agama Bangsa Yunani Dalam http://persatuan.web.id/?p=196 yang diakses pada Rabu, 16 September 2009

[10] Opcit, hlm 108

[11] Ibid, hlm 109.

pemikiran politik Confucius

Pemikiran Politik Confucius (Kong Hu Chu)

(sosok Pemimpin Yang baik menurut pemikiran Confucius)

  1. Pendahuluan

Filsafat merupakan awal dari segala ilmu begitu pula dengan politik karena filsafat merupakan ilmu yang mempelajari mengenai kehidupan manusia. Ilmu politik terutama erat sekali hubungannya dengan filsafat politik, yaitu bagian dari filsafat yang menyangkut kehidupan politik terutama mengenai sifat hakiki, asal-mula dan nilai dari Negara.[1] Banyak para pemikir filsuf menjadi insfirasi bahkan merupakan bagian dari pemikiran politik salah satunya adalah Confucius.

Confucius atau Kong Hu Chu merupakan filsuf dari negeri Cina yang memberikan sumbangan yang besar bagi peradaban dunia dengan pemikiran-pemikirannya mengenai kehidupan manusia. Confucius lahir pada tahun 551 SM di Tsou yaitu sebuah kota kecil di negeri Lu yang sekarang dikenal sebagai provinsi Shantung.[2] Dalam usia 19 tahun, Konfusius menikah dengan seorang gadis dari keluarga Kian Kwan dari negeri Song. Confucius menguasai enam seni yaitu tata-krama, musik, mamanah, menunggang kuda, menulis huruf indah (kaligrafi) dan ilmu menghitung (arifmatika)., juga menguasai berbagai bentuk tradisi klasik sejarah dan puisi kebangsaan.

Confucius merupakan pemikir filsuf yang memberikan banyak pencerahan di negeri Cina dengan pemikirannya mengenai kehidupan manusia, salah satu karya besarnya terangkum dalam buku The Lunyu yang merupakan kumpulan catatan percakapan antara Confucius dengan murid-muridnya, terdiri dari 20 bab dan beberapa ayat-ayat yang pada setiap babnya berbeda-beda jumlahnya.

Pemikiran Confucius menekankan prinsip moral peribadi dan politik, ketepatan hubangan sosial, keadilan dan keikhlasan. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai pemikiran-pemikiran Confucius khususnya pemikirannya dalam bidang politik. Serta bagaimana sikap Confucius pada pemerintah di masanya.

  1. Pembahasan

Pemikiran politik Confucius erat kaitannya dengan kondisi kehidupannya terutama kondisi masyarakat dan pemerintahan ketika itu. Confucius hidup pada abad 5 SM yaitu pada masa dinasti Chou yang merupakan dinasti yang memantapkan piramida kekuasaan pada masa itu. Dinasti ini mengalami kemajuan yang sangat pesat namun merupakan pemerintahan yang kejam yang dipegang oleh para Bangsawan yang hanya mementingkan kepentingan sendiri tanpa memperdulikan rakyat. Kekuasaan pemerintahan digenggam erat oleh para bangsawan baru yang terpelajar namun tidak berprikemanusiaan, beberapa diantaranya menyalah gunakan wewenang tersebut, mencari kesenangan dari bisnis tragis dengan mengobarkan peperangan.[3] Confucius hidup dalam keluarga miskin sehingga ia tahu persis bagaimana penderiataan-penderitaan yang dialami oleh rakyat yang menjadikannya sebagai sosok yang peduli akan nasip rakyat, dan keadilan yang begitu tercermin dalam pemikiran politiknya.

Pada usia 22 tahun Confucius mendirikan sekolah dan memberiakan segenap pemikirannya pada mereka yang ingin belajar karena baginya pendidikan merupakan hal yang penting demi terciptanya kesetaraan sejati antara umat manusia. Melalui pendidikan inilah ia berusaha untuk merubah perilaku pemerintahan yang telah rusak selain dengan tujuan untuk mengembangkan serta meningkatkan taraf pemikiran serta kesusilaan, memperluas, memperkuat, serta menertibkannya yang kedua juga dimaksudkan untuk memberi bekal kepada para muridnya agar dapat menjadi pegawai pemerintah.[4] Dengan begitu ia berharap para muridnya nanti bisa merubah pemerintahan yang memenuhi kebutuhan rakyat.

Confucius berkeyakinannya bahwa seorang penguasa harus belajar disiplin diri, seharusnya mengatur rakyatnya dengan contoh sendiri, dan seharusnya memperlakukan mereka dengan cinta dan perhatian.[5] Dalam The Lunyu Bab 2 ayat 3 Confucius mengungkapkan bahwa “ Memimpinlah dengan menerapkan kebijakan, tegakkan kepatuhan dengan menerapkan hukuman, maka rakyat akan menahan diri, tetapi tidak merasa malu. Memimpinlah dengan arif, tegakkan kepatuhan dengan menerapkan tata karma, maka akan timbul rasa malu dan mambaiknya kesadaran”[6] dari perkataannya ini Confucius sangatlah mengutamakan kepentingan rakyat dengan begitu sebagai seorang pemimpin haruslah selayaknya sebagai seorang pemimpin yang melindungi segenap rakyat-rakyatnya. Dalam the Lun Yu Bab 1 ayat 5 Confucius berkata “saat memimpin Negara yang memiliki ribuan kereta kuda hormatilah jabatan dan jadilah orang yang dapat dipercaya, berhematlah dalam memanfaatkan sumberdaya dan kasihilah rakyat, dan pekerjakanlah orang pada waktu yang tepat”[7]

Dalam catatan tata-krama, Negeri makmur, gemah ripah loh jinawi, Confucius menggambarkan pemerintahan yang ideal merupakan pemerintahan yang arif dan bijaksana bagi rakyatnya. Confucius berkata bahwa “ Manakala pemerintahan sempurna berjalan dengan baik, dunia sekan rumah bagi semua orang. Orang yang arif dan layak dipilih menjadi pejabat pemerintah dan orang yang berkemampuan akan melakukan pekerjaan yang berguna dalam masyarakat; kedamnaian dan saling percaya antara semua orang merupakan semboyan kehidupan.”[8]

Sepeti dibahas sebelumnya lewat pendidikan cofusius membekali murid-muridnya dengan pemikirannya dan prinsip-prinsipnya untuk menjadi pejabat yang baik. Selain itu Confucius juga mengajarkan agar sebagai seorang pejabat tidaklah harus selalu mengikuti kehendak atasannya, jika atasannya bebuat salah maka kita wajib untuk meluruskannya. Confucius menolak tolak ukur kesetiaan feodal kepada seorang penguasa atasan, dan sebagai penggantinya ia menghendaki kesetiaan kepada prinsip, kepada jalan. Jalan menurut Han Yu cendekiawan dinasti Tang mengungkapkan jalan adalah cara betindak, suatu tindakan yang dijiwai oleh cita-cita keadilan dan oleh rasa kasih terhadap setiap manusia.

Dengan terus berpegang teguh pada jalan ini sejumlah diantara para muridnya gugur sebagai kaum pemberontak, yang mengangkat senjata melawan tirani, nasib inilah yang dialami anak keturunan Confucius generasi kedelapan, sebagian lagi tewas di tangan algojo, karena berani mematuhi perintah tegas Confucius tanpa takut mengecam penguasa yang bersalah, demi kebaikan bersama.[9]

Pemerintahan menjadi buruk lebih dikarenakan pera pemimpinnya tidak tahu mengenai pemerintahan yang baik yang hanya karena warisan memperoleh kekuasaan sehingga berbuat semena-mena. Menurut Confucius pemerintahan harus ditujukan untuk menciptakan kesejahteraan serta kebahagiaan seluruh rakyat, pemerintahan yang dikelola oleh orang-orang yang paling cakap di suatu negeri, kecakapannya ini tidak didapatkan melalui keturunan atau kedudukan tetapi melalui pengetahuan.

Kedudukan seorang menteri menurut Confucius memainkan peran penting, seorang menteri tidak hanya menjadi abdi bagi penguasa dan menjadi penjilat untuk menarik perhatian penguasa. Dalam prinsipnya seorang menteri haruslah berani menentangnya secara terus terang jika kebijakan yang diambil penguasa adalah buruk. Confucius pernah berkata kepada bangsawan Lu, bahwa bila kebajikan yang diambil seorang pengusaha buruk, namun tidak ada seorang pun di sekelilingnya yang menentangnya, maka kelesuan semacam ini sudah cukup untuk menghancurkan suatu Negara.[10] Karena kondisi saat itu tidak adanya pemungutan suara dalam pembuatan kebijakan, maka melalui pendidikan Confucius mendidik murid-muridnya agar suatu saat bisa menjadi para menteri yang dapat memberi tekanan pendapat umum sehingga bisa tercipta pemerintahaan yang baik.

Pada masa penguasa Chi K’ang Tsu yang merupakan keluarga yang paling berkuasa di negeri Lu. Banyak diantara para muridnya ini menjadi pegawai resmi pemerintahan ketika itu. Chi K’ang Tsu merupakan pemimpin yang lalim karena ia nembuat kebijakan pajak yang sangat tinggi untuk mempertahankan kehidupan mewahnya, melakukan perang dan penyerbuan serta selalu bertindak buruk yang bertentangan dengan prinsif Confucius, bahkan Confucius selalu mengkrtik dengan kecaman keras terhadapnya. Tetapi Chi banyak menarik para murid Confucius untuk menjadi pejabat resmi Negara. Terdapat dua alasan chi melakukan hal ini pertama meskipun para bangsawan sendiri melakukan tindakan-tindakan yang sering acak-acakan, namun demi kepentingan mereka sendiri, maka para bawahan mereka setidaknya harus terdiri dari orang-orang yang bermoral. Kedua, Confucius mengajarkan kepada para muridnya bagaimana cara berpikir di dalam berbagai keadaan yang mungkin dihadapi seorang pegawai, dan sejumlah hal mengenai azas-azas pemerintahan.

Confucius juga meyakini pada dasarnya manusia merupakan makhluk social, berdasarkan rasional (hati nurani manusia) sulit bagi manusia untuk menarik diri dari masyarakat, mesti begitu manusia juga dilarang untuk menyerahkan pertimbangan moralnya pada masyarakat. Manakala perbuatan-perbuatan yang didasarkan pada berlakunya kebiasaan terlihat tidak bermoral atau merugikan, ia tidak hanya menolak kebiasaan tersebut tetapi juga akan berusaha untuk menghimbau orang-orang lain untuk mengubah kebiasaan itu.[11] Salah satu kebiasaan yang tidak disukai oleh Confucius adalah upacara pengorbanan manusia.

  1. Kesimpulan

Dari beragam pemikiran, tindakan dan sikap Confucius terutama yang berkaitan dengan politik lebih menekankan pada bagaimana menjadi penguasa, pemerintah dan pejabat yang baik yaitu yang mengutamakan kepentingan rakyat. Bagi Confucius rakyat menjadi sangatlah penting mengingat banyak rakyat menjadi korban ambisi dan kepentingan penguasa. Ketika kecil ia hidup dengan kondisi lingkungan yang buruk, para bangsawan senang memamerkan kekayaannya dan pemerintah dipegang oleh bangsawan ini yang hanya mementingkan dirinya sendiri akhirnya rakyatlah yang hidup menderita serta menjadi pekerja paksa.

Hidup dalam kondisi inilah yang menjadikannya sebagai tokoh filsuf yang begitu berpegang teguh pada rakyat. Dengan begitu dalam setiap pemikirannya mengenai pemerintahan yang baik yaitu menjadi rumah tempat tinggal yang nyaman aman bagi segenap rakyat tanpa terkecuali. Seorang pemimpin yang baik harus bersikap selayaknya seorang pemimpin yang peduli pada rakyatnya. Sebagai seorang menteri harus beranai menolak keputusan penguasa yang berakibat buruk bagi rakyat dan Negara, tidak hanya sebagai abdi yang terus menerus mematuhi atasannya.

Taktik politik Confucius sangatlah baik dalam menyikapi rusaknya pemerintahaan ketika itu, selain dengan memberikan kritik, Confucius memperjuangkan keinginan besar ini melalui lembaga pendidikan. Lembaga pendidikannya ini terbuka untuk semua kalangan baik bangsawan maupun rakyat jelata. Murid-muridnya ini diberikan bimbingan, pengajaran, pencerahan yang disesuaikan dengan prinsip-prinsip hidup Confucius, dengan begitu ia berharap para muridnya ini nantinya bisa menjadi pejabat pemerintah yang dapat merubah pemerintahan menjadi pemerintahan yang penuh kebajikan. Selain itu murid-muridnya juga dibekali bagaimana bersikap sebagai pejabat Negara yang harus berpegang teguh pada prinsip Confucius. Banyak para murid Confucius pada akhirnya tewas karena menentang kebijakan pemerintah yang buruk dan juga menjadi pemberontak pemerintah.

Pada dasarnya pemikiran politik Confucius hingga kini masih dijadikan acuan dalam pemikiran politik khususnya dalam hal untuk menjadi pemerintah yang baik tidak hanya di negerinya saja yaitu cinta tetapi telah mendunia dan juga dipelajari oleh para pemikir politik dari Barat. Dilihat dari segala prinsif-prinsifnya ini masih relevan untuk dapat diperaktekkan pada pemerintahan dimasa kini karena penuh dengan pesan moral mengenai kebajikan dan keadilan yang mengutamakan kepentingan rakyat.

Referensi

Greel, H.G. Alam Pikiran Cina: Sejak Confucius Sampai Moa Zedong, Terjemah Soejono Soemargono, Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya, 1989.

Budiardjo, Miriam. Dasar-dasar Ilmu Politik, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2000.

Zukeran,Pat. Confucius, dalam

http://www.leaderu.com/orgs/probe/docs/Confucius.html, yang diakses pada Selasa 6 Oktober 2009.

New World Encyclopedia, dalam

http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Confucius#Politics, yang diakses pada Selasa 6 Oktober 2009.

Stanford Encyclopedia of Philosophy, dalam

http://plato.stanford.edu/entries/Confucius/#ConPol, yang diakses pada Selasa 6 Oktober 2009.

http://www.Confucius.org/lunyu/indonesian/indonesian/indonesian_ndbio.htm, yang diakses pada Rabu 7 Oktober 2009.

http://www.Confucius.org/lunyu/indonesian/indonesian/indonesian_nd0203.htm, yang diakses pada Rabu 7 Oktober 2009.

http://www.Confucius.org/lunyu/indonesian/indonesian_nd0105.htm, yang diakses pada Rabu 7 Oktober 2009.

http://www.Confucius.org/lunyu/indonesian/indonesian_ndcommon.htm, yang diakses pada Rabu 7 Oktober 2009.



[1] Budiardjo, Miriam. Dasar-dasar Ilmu Politik, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2000, hlm 18.

[3] ibid

[4] Greel, H.G. Alam Pikiran Cina: Sejak Confucius Sampai Moa Zedong, Terjemah Soejono Soemargono, Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya, 1989, hlm 30.

[5] Stanford Encyclopedia of Philosophy, dalam

http://plato.stanford.edu/entries/Confucius/#ConPol, yang diakses pada Selasa 6 Oktober 2009.

[9] Greel, H.G. Alam Pikiran Cina: Sejak Confucius Sampai Moa Zedong, Terjemah Soejono Soemargono, Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya, 1989, hlm 36.

[10] Ibid, hlm 43

[11] Ibid, hlm 33

Selasa, 06 Januari 2009

contoh Statement sidang Organization of American State

Statement of Delegation of Ecuador

First of all, the Delegation of Ecuador would like to congratulate the chairman for your appointment as the Chairman of this important meeting. I believe that under your wise and able chairmanship, the meeting will come to the successful one.

Then my Delegation will express my opinion on the first agenda of the meeting, namely Free Trade Area of Americas

In line with my country’s economic policy, I would like to state that the Idea of free trade is not important for reconstruction economic in American region. My country consider that domestic economic of Ecuador still worsen. Last time Ecuador using economic neo Liberal and have relation with World Bank and IMF but this case make Ecuador has more national debts. Ecuador is poor country in Latin America and has many problem of economic such as proverty until 45 %, and stagnant of economic. My country not ready to follow free trade because my country’s economic problem. Commodity and trade in Ecuador unable to compete with all America’s countries so to protection domestic commodity Ecuador push away free trade area of Americas. In addition, after problem with Occidental Company in 2006, relation Ecuador and United State become tight, Ecuador government claim the agreement of the exploitation of oil is not legal and agreement free trade area can’t be implemented.

Based on my country’s domestic policy, Ecuador will preserve domestic stability. People of Ecuador push away free trade because free trade make economic stability of Ecuador decrease and they claim free trade is a tool of imperialism for exploitation of Latin America. My country wants to follow what the people’s desire, since demonstration disturber’s national stability. New government under President Rafael Correa make new policy to change economic neo liberal and completely remove national debt with make relation with giver loan country finish. Signature free trade just makes asymmetry class rich and poor worsen.

In line with my country’s foreign policy, Ecuador is a member of MERCOSUR, it is Southern Common Market. So Ecuador still supports this common market to be successful market in America. Free trade area of America is a tool of United States to dominate economic in Latin America.

On the second agenda of the meeting, The Restructuring of the United Nations. Based on my country’s foreign policy, I would like to support the idea of restructuring this important organization. Security Council is primary responsibility for maintaining international peace and security. It is not fair that only developed and big country have special right of veto. Ecuador feels important if one country in Latin America have special right to be permanent member of Security Council. This is the reason why Ecuador supports to restructuring of United Nations. Latin America has several reasons why permanent member is very important, because Latin America has any strategic area, which have more countries, and also big population in Americas. To support Latin America interest, the increasing permanent members of Security Council is very important.

However Ecuador has not enough qualification to be a permanent member of Security Council, because Ecuador’s economic still worsens, unstable in domestic politic and security. But Ecuador support that one country in Latin America should have to be a permanent member to accommodate the Latin America interest.

In conclusion, my delegation against of the Free Trade Area of Americas based on my country’s economic, domestic, and foreign policy. For second Agenda, my delegation in favor of the Restructuring of United Nations based on my country foreign policy.

Thank you, Mr. Chairman.

lirik lagu d technolife ost bleach

ienai itami kanashimi de kizu tsuita kimi yo
kesenai kako mo seoi atte ikou ikiru koto wo nage dasanai de
tsunaida kimi no te wo
itsuka ushinatte shimau no kana
usurete iku egao to kimi wo mamoritai kara
hibiku boku wo yobu koe sae kare
toki ni sou kaze ni kaki kesaretatte
kimi wo mitsuke dasu
ienai itami kanashimi de kizu tsuita kimi
mou waraenai nante hito girai nante kotoba sou iwanai de
mienai mirai ni okoru koto subete ni imi ga aru kara
ima wa sono mama de ii kitto kizukeru toki ga kuru daro
sabikitta hito no you ni
kasanari au dake ga munashikute
hitori de ikite ikerutte itta
arifureta yasashisa kotobajya
ima wa mou todokanai hodo ni kimi wa uzukidasu
tsunai da kimi no te wa nanigenai yasashisa wo motome
Do you remember
itami wo shiru koto de hito ni yasashiku nareru kara
Drive your Life
ienai itami kanashimi de kizu tsuita kimi
mou waraenai nante hito girai nante kotoba sou iwanai de
mienai mirai ni okoru koto subete ni imi ga aru kara
ima wa sono mama de ii kitto kizukeru toki ga kuru daro
How can I see the meaning of life
kieteku you're the only. . .
kowarenai you ni to hanarete iku kimi
mou waraenai nante hito girai nante kotoba sou iwanai de
ima wa by and by mie nakuttatte subete ni imi ga aru kara
kesenai kako mo seoi attekou ikiru koto wo nagedasanai de
You'd better forget everything. Remember. . . your different Life?
You'd better forget everything. Remember. . . modoranai kedo
hizunda kioku no you na toki no naka de itsuka wakari aeru kara


translation in English
Looking up at the night sky alone, I saw a comet
Though it appeared and vanished in a second
When I think of you, my chest begins to hurt
I want to see you right now, but I can't fly through the sky
If perchance I could have become a comet
I would go flying through the sky
No matter what kind of tomorrow comes, this thought is strong
So my comet is unbreakable
As I was complaining about how hateful the rain was
Even now I still remember what you said
How, after the rain, the night sky is beautifully filled with stars
Thinking of that, I could even come to like the rain
If perchance I could have become a comet
I would always spill my overflowing light
As you look at the night sky when you're sad
I want to sparkle more so that you will smile
You are always fighting something by yourself
Being by your side is all I can do
If perchance I could have become a comet
I would go flying thorugh the sky, surely
I would definitely reach you, with this single moment of light
Lighting up your present and passing through the sky
If I could have become a comet
I would surely stay by your side, at any time

Selasa, 11 November 2008

PEMERINTAHAN SOSIALIS DI ASIA TENGGARA STUDI KASUS VIETNAM DAN LAOS

Latar Belakang
Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan yang sangat penting di dunia, semua ini terlihat pada abad 19, kawasan ini menjadi kawasan yang diperebutkan oleh para kolonialis Barat karena kekayaan alamnya yang melimpah. Seperti halnya Inggris, Perancis, Portugal, Belanda yang menjadikan daerah-daerah di kawasan ini sebagai Negara jajahannya.

Terlepas dari penjajahan yakni setelah berakhirnya perang dunia ke II banyak Negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini memproklamirkan kemerdekaannya. Mesti begitu perjuangan mereka tidaklah berjalan lancar, penuh dengan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan.

Peristiwa perang dingin yang terjadi paska Perang dunia II antara Amerika Serikat dan Uni Soviet berlangsung lebih dari 40 tahun. Pada masa itulah kedua Negara besar ini berlomba-lomba untuk memperluas pengaruh dan menyebarkan ideologinya keseluruh penjuru dunia. Amerika Serikat dengan pahan kapitalisnya yang dianggap ideologi terbaik di dunia dan Uni Soviet dengan paham komunisnya yang juga menganggap ideologinyalah yang paling sempurna.

Salah satu kawasan yang dijadikan tempat perluasan pengaruh kedua Negara besar ini adalah Asia Tenggara. Bahkan Vietnam menjadi rebutan antara Amerika Serikat dan Uni soviet sehingga terbagi menjadi dua bagian. Bagian utara Vietnam berhaluan sosialis dan bagian selatan Vietnam berhaluan kapitalis. Pada akhirnya Vietnam utara berhasil menang melawan Vietnam selatan yang dibantu Amerika dan berhasil menyatukan dua Negara yang terpecah dan menjadikannya sebagai Negara sosialis. Selain itu Vietnam utara juga memperluas pengaruhnya ke Negara tetangganya yakni Laos dan Laospun mengikuti ideologi dan jalan hidup Vietnam. Akhirnya jadilah Vietnam dan Laos sebagai Negara sosialis di Asia Tenggara karena terlalu besarnya pengaruh komunis Uni Soviet di kedua Negara ini pada masa perang dingin.

Perang dinginpun sudah berakhir yang diiringi dengan runtuhnya Uni Soviet pada bulan Desember 1991, namun hal ini tidak menyurutkan semangat Vietnam dan Laos untuk tetap menggunakan dan mempertahankan ideologi sosialisnya yang menjadi landasan Negara. Dalam kondisi ekonomi yang semakin memburuk akibat sudah tidak adanya lagi bantuan dana dari Soviet, Vietnam dan Laos tetap menjadi Negara sosialis di Asia Tenggara. Untuk menyelesaikan semua permasalahannya ini Vietnam dan Laos mulai membuka diri dan pasar mereka namun dari segi politik komunis masih dipertahankan.

Permasalahan
Vietnam dan Laos menjadi Negara sosialis di Asia Tenggara, namun perekonomian kedua Negara ini sangatlah memprihatinkan bahkan termasuk salah satu Negara miskin di Asia Tenggara. Meski berpahamkan sosialis, tapi kini Vietnam dan Laos sudah mulai membuka diri untuk hubungannya dengan dunia luar, ini terlihat bahwa kini keduanya sudah melakukan hubungan bilateral dengan berbagai Negara serta ikut aktif dalam orgasnisasi internasional, kini keduanya telah menjadi angota ASEAN (Associations of South East Asia).

Dalam menghadapi krisis di negaranya, kedua Negara ini sudah mulai memperbaiki semuanya dan membuka pasarnya mengikuti pasar bebas tapi dalam segi politik komunis tetap dipertahankan. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai kondisi perpolitikan kedua Negara dan bagaimana cara mereka keluar dari krisis dan tetap mempertahankan ideologi komunis.

Penelitian Sebelumnya
Dalam penelitian sebelumnya mengenai Vietnam dan Laos terdapat dalam buku pertumbuhan Pertumbuhan dan Perkembangan Negara-negara di Kawasan Indocina (Vietnam,Kamboja, Laos dan Myanmar) Pada Dasa Warsa 90-an Dalam Hubungannya Dengan ASEAN: Prospek dan antisipasi Indonesia. Dalam buku tersebut banyak mengungkapkan mengenai Vietnam dan Laos dari berbagai aspek mulai sejarah, politik, ekonomi, dan hubungan luar negerinya.
Untuk itu karena kedua Negara ini memiliki pemerintahan yang sama yakni sebagai Negara komunis maka dalam penulisan makalah ini akan diperbandingakan mengenai kedua Negara ini sebagai Negara komunis di Asia Tenggara.

Pemerintahan Sosialis di Vietnam
Vietnam memiliki nama resmi Republik Sosialis Vietnam (Cộng Hòa Xã Hội Chủ Nghĩa Việt Nam). Secara geografis Vietnam berbatasan dengan Republik Rakyat Cina di sebelah utara, Laos di sebelah barat laut, Kamboja di sebelah barat daya dan di sebelah timur terbentang Laut China Selatan. Dengan populasi sekitar 84 juta jiwa, Vietnam adalah negara terpadat nomor 13 di dunia dan Negara berpenduduk terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Indonesia. Memiliki luas wilayah 329707 km terdiri atas bukit-bukit dan gunung-gunung berhutan lebat. Bagian Utara kebanyakan terdiri atas pegunungan dan Delta Sungai Merah, sedangkan bagian Selatan dibagi menjadi dataran rendah tepi pantai, puncak Annamite Chain, hutan-hutan luas dan tanah yang tidak subur.

Sejarah
Vietnam memiliki sejarah yang cukup unik diantara Negara Asia Tenggara lainnya. Penaklukan sudah menjadi bagian dari kehidupan rakyat Vietnam selama berabad-abad lamanya. Dimulai dari penaklukan Cina atas Vietnam, kolonialis Perancis, Kolonialis Jepang hingga pendudukan Amerika Serikat. Meski memiliki sejarah penjajahan panjang oleh bangsa asing namun Vietnam juga melakukan penaklukan kedaerah disekitarnya terutama kedaerah selatan seperti halnya bangsa Kampuchea (khamer).

Perang terus terjadi di Vietnam sehingga Bangsa Vietnam terkenal tangguh dalam berperang. Penjajahan pertama di Vietnam adalah penjajahan Cina yang berlangsung dari tahun 111 Masehi hingga 939 Masehi , maka tidak mengherankan bila diantara kedua Negara ini memiliki banyak kesamaan mulai dari agama, bahasa, seni, pakaian, makanan, dan filsafat.

Pada abad ke 19 musuh baru datang untuk melakukan penaklukan terhadap Vietnam yakni Perancis yang diawali dengan datangnya para misionaris Perancis pada abad 16. Pada tahun 1858, pasukan Perancis menyerang Da Nang dan mulailah perang melawan Vietnam, Perancis menduduki wilayah selatan lebih dari 20 tahun dan kemudian wilayah Utara pada tahun 1883 dengan serangannya ke Ibukota Hue dan memaksa Dinasti Nguyen menandatangani perjanjian damai 1883-1884 yang mengakui kekuasasan Perancis diseluruh wilayah Vietnam . Karena itulah mengapa pengaruh budaya Perancis begitu kuat di Vietnam Selatan. Vietnam utara lebih giat berjuang melawan penjajahan pada Februari 1930 berdiri partai komunis Indochina dibawah pimpinan Ho Chi Minh yang melakukan perjuangan pembebasan dengan cara-cara baru yakni kemerdekaan nasional, demokrasi dan sosialisme.

Setelah pengaruh Perancis mulai berkurang datanglah pasukan Jepang sekitar tahun1940an, namun setelah kekalahannya pada perang dunia II dan Jepang menyerah terhadap sekutu. Pada 2 September 1945 Vietnam memproklamirkan kemerdekaannya dan menjadi Republik Sosialis Vietnam. Namun Perancis tidak mengakuinya. Terjadilah perang melawan penjajahan Perancis, akhirnya tahun 1954 benteng terakhir Perancis di Vietnam berhasil dijatuhkan dan berakhirlah penjajahan Perancis terhadap Vietnam.

Setelah kemerdekaan perangpun terjadi kembali, kini perang saudara yang terjadi pada tahun 1959 antara Vietnam Selatan dan Vietnam Utara. Vietnam utara memprotesi pemilu yang tidak adil karena dihalang-halangi kemenangannya oleh Vietnam Selatan. Sebenarnya Vietnam selatan ini tidak menginginkan untuk menjadi Negara sosialis. Pada masa Perancis datang kembali setelah merdeka Vietnam selatanlah yang berhasil diduduki, karena itulah terdapat perbedaan cara pandang diantara keduanya, selatan dan utara yang mengakibatkan terjadinya perang saudara. Vietnam selatan yang memperoleh dukungan dari Amerika Serikat berperang melawan Vietnam Utara. Namun perang berhasil dimenangkan oleh kaum komunis vietnam utara pada tahun 1975 dan berhasil menyatukan kedua wilayah dibawah satu kepemimpinan Vietnam Utara. Secara resmi pada tahun 1976 penyatuan dua wilayah ini dilakukan dan menjadi republik sosialis Vietnam.

Politik
Sejak awal Vietnam yakin sosialislah yang akhirnya menang dalam perseteruan panjang antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Sejak dekade 50an para pemimpin Hanoi yakin bahwa sosialisme dibawah kepemimpinan Uni Soviet akan menjadi pemenang dalam pertarungan blok barat dan blok timur. Para pemimpin Vietnam sangat mempercayai keunggulan sosialisme hal ini tercermin dari sikap optimisme mereka bahwa kapitalisme pada akhirnya akan kalah dalam pertarungan dua kubu utama di dunia, apalagi setelah kemenangan mereka terhadap pasukan Amerika.

Dalam pemerintahan, Negara Vietnam berlandaskan sistem demokratis-sentralisme. Demokrasi sentralisme adalah kehendak rakyat disalurkan dari bawah, disaring oleh atas, dan kemudian dikembalikan lagi kebawah melalui garis-garis tertentu, yang bersifat perintah atau komando. Dari segi ideologi Vietnam menganut ideologi komunis faham Marxisme-Leninisme serta ajaran –ajaran HO Chi Minh. Faham inilah yang menjadi ilham dan menerangi pemikiran dan sikap bangsa Vietnam dalam menghadapi musuh-musuh imperialisme dan kolonialisme. Mereka juga menganggap masyarakat sosialis adalah masyarakat masa depan.

Sejak kemerdekaannya partai komunis Vietnam merupakan kekuatan politik utama yang memegang dan mengendalikan kekuasaan melalui kongres partai komunis Vietnam bersama Majelis nasional Vietnam sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Negara. Meskipun kekuasaan partai komunis itu sepenuhnya tapi dalam prakteknya terdapat dua partai boneka yakni partai demokrasi dan partai sosialis yang menjadi check and Balances.

Dalam distribusi kekuasaannya sesuai konstitusi Vietnam 1992, pembagian kekuasaan pemerintahan dibagi menjadi tiga; kekuasaan Legislatf dipegang oleh Majelis Nasional, kekuasaan eksekutif dipegang oleh presiden yang dibantu wakil presiden dan perdana menteri yang dibantu oleh lima wakil perdana menteri dan para menteri cabinet dan kekuasasan Judikatif dipegang oleh Badan Peradilan yaitu People’s Court dan Central Commissions .

Majlis nasional Vietnam bertugas sebagai badan perwakilan rakyat pemegang kekuasan tertinggi yang bertugas membuat keputusan-keputusan mengenai kebijaksanaan dasar politik dalam dan luar negeri, sasaran pembangunan ekonomi dan sosial, pertahanan dan keamanan Negara serta melakukan pengawasan tertinggi terhadap seluruh kegiatan Negara dan pemerintah.

Presiden bertugas sebagai kepala Negara yang menjadi wakil Negara baik di dalam maupun luar negeri yang dipilih oleh majlis nasional. Sedangkan perdana menteri adalah pemempin pemerintahan yang merupakan badan eksekutif dari majelis nasional serta badan administrasi tertinggi republik sosialis Vietnam.

Dalam setiap kebijakannya Vietnam berdasar pada partai komunis Vietnam yang juga mengendalikan kekuasaan dan pelaksanaan politik melalui kongres partai komunis dan majlis nasional. Di dalam partai komunis terdapat polit biro. Polit biro komunis Vietnam sebagai organ sentral partai adalah eksponen penting bagi penentu arah serta tujuan pemerintahan .

Politik Luar Negeri Vietnam
Politik luar negeri Vietnam selalu mengalami perubahan pada setiapmasa-masanya. Pada awal berdirinya yakni tahun 1945, arah politik Vietnam cenderung netral tidak memihak secara terbuka terhadap dua kubu Amerika Serikat ataupun Uni soviet yang ketika itu berseteru. Meskipun berpahamkan sosialis tapi dalam hubungannya dengan Soviet pada saat itu tidaklah terbuka. Namun setelah terjadi pemisahan Vietnam selatan dan Vietnam utara oleh Perancis sesuai perjanjian Jenewa. Isi perjanjian itu adalah di utara lintang 17 derajat menjadi Vietnam Utara yang beraliran komunis dan di selatan lintang 17 derajat menjadi Vietnam Selatan yang berada di bawah Perancis .

Setelah terjadinya perang saudara Vietnam utara dan Vietnam selatan yang didukung Amerika Serikat maka hal inilah yang akhirnya mendorong Vietnam lebih dekat dengan Soviet. Dalam perkembangannya Vietnam menjadi lebih tegas dalam menentukan lawan dan kawan dengan mulai melancarkan tuduhan kepada Negara-negara tetangganya adalah Negara boneka Amerika. Dalam kondisi perang melawan Amerika hubungannya dengan cina semakin dekat karena cina merupakan penyuplai kebutuhan bagi Vietnam.

Politik luar negeri Vietnam setelah perang saudara berusaha membujuk Negara Barat untuk memberikan bantuan ekonomi karena banyak hal yang hancur akibat perang. Tapi karena merasa telah berhasil mengusir pasukan Amerika di Vietnam maka militer Vietnam merasa unggul dari Negara tetangganya. Militer Vietnam menjadikan Kamboja sebagai target militernya. Bulan Desember 1978 Vietnam mengawali invasinya dan pendudukan kamboja yang bertahan hingga sebelas tahun dengan menanamkan rejim boneka di bawah Heng Samrin .

Meski dari segi politik dan militer Vietnam bisa dikatakan berhasil tapi ekonominya sangatlah mundur apalagi bantuan dari Negara-negara sosialis semakin berkurang. Dengan semakin buruknya keadaan ekonomi memaksa para pemimpinnya lebih memperhatikan kesejahteraan rakyatnya dan melakukan perbaikan ekonomi dengan mengeluarkan agenda doi moi namun tidak mengubah ideologi komunisnya, juga tidak lagi tergantung pada Soviet maupun Cina yang sudah tidak dapat dipercayai lagi.

Politik luar negeri Vietnam paska perang dingin lebih cenderung menghadapi ketakukan akan invasi cina ke Vietnam selain itu Vietnam juga menyadari kesalahannya melakukan penyerangan terhadap kamboja yang banyak mengeluarkan dana.

Pada tahun 1985 dan 1995 hingga saat ini Vietnam merubah kebijakannya dari kebijakan isolasi menjadi normalisasi. Prioritas utamanya adalah menjalin dan mengembangakan hubungan persahabatan dengan Negara-negara tetangga, Negara-negara kawasan dan Negara-negara maju serta organisasi-organisasi Internasional.
Tiga pencapaian dalam kebijakan luar negeri tahun 1995 yang dapat menjadi landasan adalah, pertama dimensi regional, masuknya Vietnam ke dalam anggota ASEAN, kedua integrasinya ke dalam ekonomi global dengan menjalin kerjasama dengan Uni Eropa, ketiga dimensi strategis dan global ditandai dengan normalisasi hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat . Dengan begitu normalisasi hubungannya dengan dunia luar pada dasarnya sudah tercapai.

Pemerintahan Sosialis di Laos
Laos merupakan satu-satunya Negara Indocina yang terkurung oleh daratan dengan dikelilingi oleh lima Negara diperbatasannya, dibagian utara berbatasan dengan Cina, dibagaian timur berbatasan dengan Vietnam, dibagaian barat berbatasan dengan Burma dan Thailand dan kamboja dibagian selatannya. Laos memiliki luas wilayah 236800 km dengan mengalirnya sungai Mekong sungai terpanjang di Asia Tenggara yang mengalir sepanjang perbatasannya dengan Thailand. Selain itu Laos juga memiliki hutan tropis dan daerah aliran sungai yang subur. Jumlah penduduk Laos mencapai 4,7 juta jiwa yang terdiri dari 50 kelompok etnis yang berbeda.

Sejarah
Seperti halnya berberapa Negara Asia Tenggara lainnya yang juga mengalami pendudukan dari bangsa asing, Laos juga memiliki sejarah kolonialisasi yang cukup panjang. Pada abad ke 13 invasi Mongol ke Cina Selatan dan Asia Tenggara telah memaksa orang-orang Laos untuk migrasi dan pada tahun 1707 Laos terbagi menjadi tiga Negara kecil yang saling bertentangan yakni Negara Vientiane, Luang Prabang, dan Champa sak serta sempat juga mengalami penyerbuan dari Thailand dan Vietnam.

Pada tahun 1893 Laos dijajah oleh Perancis, dibawah pendudukan Perancil Laos yang terbagai menjadi tiga bagian Negara kecil kini dipersatukan kembali tepatnya pada tahun 1899 penyatuan tiga Negara kecil di Laos resmi bersatu kembali. Sama seperti kebanyakan Negara-negara di Asia Tenggara lainnya, ketika Jepang melakukan penaklukan keberbagai Negara di Asia, Laos juga tidak luput dari pendudukan Jepang tersebut. Pada tahun 1941 Jepang menyerbu Laos dan mulai melakukan kolonialisasi di Laos.

Setelah kekalahan Jepang terhadap sekutu serta menandai berakhirnya perang dunia ke II, gerakan kemerdekaan Laos membentuk pemerintahan yang dipimpin oleh raja Dhet Sarath. Tapi setelah Perancis datang kembali dan melakukan pendudukan terhadap Laos pada tahun 1946 pemerintahan ini kemudian hancur dan bubar.

Di bawah pendudukan Perancis untuk yang kedua kalinya ini, dibentuklah pemerintahan monarki konstitusional pada tahun 1947 yang kemudian pada tahun 1949 Laos menjadi Negara merdeka dibawah Uni Perancis dan akhirnya pada tahun 1953 Perancis memberikan kemerdekaan penuh terhadap Laos.

Mesti pendudukan asing telah berakhir tapi masalah di Laos belum sepenuhnya berakhir tapi terjadi perang saudara yang juga melibatkan pihak asing dibelakangnya. Pertempuran muncul antara tiga kelompok:
1) Kelompok pro-Barat dibawah pimpinan Jenderal Phaumi Nosavan,
2) Kelompok netral dipimpin pangeran Souvana Phouma dan
3) Kelompok Pathet Lao dibawah Souphanouvong yang beraliansi dengan Viet Minh dan menduduki Laos utara.

Pertempuran besar lainnya kembali terjadi setelah Vietnam Utara melakukan penyerbuan ke selatan dimana pertempuran tersebut sarat akan intervensi pihak asing. Pemerintahan kerajaan Lao yagn mendapat dukungan Amerika Serikat dengan kelompok Pathet Lao yang merupakan pro komunis Vietnam Utara. Sejak tahun 1964 sampai 1973, Amerika Serikat berperang secara diam-diam di wilayah Laos, melawan komunis-komunis Lao dan juga tentara Vietnam Utara yang mengirimkan peralatan perang kepada Vietkong di Vietnam Selatan melalui Jalur Ho Chi Min dengan melewati daerah Laos.

Gencatan senjata diantara keduanya berakhir pada tahun 1974 yang dimenangkan kelompok komunis Laos, peristiwa ini terjadi bersamaan dengan kemenangan komunisme di Vietnam dan Kamboja pada Desember 1975. Kelompok komunis Laos inilah yagn menguasai pemerintahan dan membubarkan Monarki Lao serta memproklamirkan berdirinya Lao People’s Demokratik Republic yang bersistemkan sosialis.

Politik
Pemerintahan Laos tidak sepenuhnya monolotik seperti rezim komunis lainnya, para kabinetnya meskipun seluruhnya komunis tapi mereka tetap mengakomodasikan kepentingan beberapa kelompok netral dan non komunis. Memasuki abad 21 Laos akan tetap mempertahankan sistem partai tunggal dan sistem politik Laos tidak akan bergeser dari sistem sosialis yang dianut kecuali pada reformasi ekonominya. Sebab penguasa Laos memiliki alasan bahwa meskipun Laos mengikuti partai tunggal, tetapi ia juga telah mengadopsi kekuatan-kekuatan netral lain di lembaga perwakilan. Dengan begitu kekuasaan partai tunggal di Laos tidak sepenuhnya menjadi kekuasaan utama tapi masih ada pihak lainnya yang menjadi penyeimbang kekuasaan. Partai yang berkuasa mengendalikan dengan ketat semua media di Laos., baik cetak maupun elektronik, dimiliki oleh pemerintah. Sirkulasi koran masih amat terbatas. Mengkritik negara, maupun upaya mengubah kebijakan partai dan menyebarkan gossip merupakan pelanggaran kriminal.

Pada sidang ke-6 Majelis Takyat Tertinggi Laos ke-2 pada bulan Agustus tahun 1991 dibentuk UUD pertama Republik Demokratis Rakyat Laos. UUD menetapkan, Republik Demokratis Rakyat Laos sebagai negara demokratis, semua hak milik rakyat, rakyat berbagai etnis menjalankan hak tuan rumah di bawah pimpinan Partai Revolusioner Rakyat Laos

Mesti begitu kekuasaan partai tetap dipertahankan dan ideologi komunis marxis masih tetap dipegang teguh, semuanya itu terlihat dari prasayarat untuk menjadi anggota dewan (Dewan Nasioanl) diantara sarat tersebut adalah
1) Berjiwa patriotic dan secara konsisten loyal kepada partai
2) Mengetahui cara mengimplementasikan garis dan kebijakan partai terhadapseluruh lapisan masyarakat yang multietnis.

Karena posisi geografisnya yang hanya daratan maka dalam perekonomiannnya Laos sangat tergantung bantuan asing. Antara tahun 1975 hingga 1990 Laos menerima bantuan yang luar biasa dari Uni Soviet yang kemudian bantuan ini terus mengalami pengurangan seiring ambruknya Blok Timur.

Untuk mengurangi ketergantungan dengan bantuan asing, Laos mulai melakukan renovasi dalam segi perekonomiannya. Tahun 1989 Laos mengesahkan Undang-undang investasi yang sangat terbuka sebagai isyarat ke dunia Internasional bahwa Laos kini terbuka untuk bisnis. Setelah itu pada tahun 1991 Laos juga mengesahkan undang-undang dasar hukum untuk membuka ekonomi Laos dengan mekanisme ekonomi Baru (New Economic Mechanism, NEM) seperti yang dinyatakan oleh wakil perdana menteri luar negeri lao, program itu ditujukan untuk menciptakan iklim yang kondusif untuk membangun Laos yang masih terbelakang, dengan memprioritaskan pembangunan sector pertanian dan kehutanan sebagai dasar pembangunan industri.

Untuk menarik investasi asing Laos mengeluarkan kebijakan Foreign Direct Investmen (FDI) dengan harapan dapat membuka peluang kerja dan perbaikan ekonomi. Agar FDI ini dapat terlaksana dengan baik, pemerintah Laos telah melakukan perombakan mesin administrasi untuk memberikan fasilitas transaksi bisnis dan investasi internasional dengan;
1) Mengakhiri monopoli pemerintah pada sector-sektor tertentu
2) Perampingan struktur organisasi administrasi pemerintah
3) Debirokratisasi
4) Memperkukuh aturan hokum yang melindungi kepentingan nasional namun sekaligus memberikan keyakinan kepastian hokum kepada investor.

Menurut kalangan pengamat itu, berdasarkan basis purchasing power parity (PPP), pertumbuhan PDB tahun 2004 diperkirakan naik dari 3,9 persen menjadi 4,1 persen pada tahun 2005. Itu antara lain akibat membaiknya pertumbuhan ekonomi internasional pada tahun 2003, seperti di Jepang, Amerika Serikat, dan Thailand. Pertumbuhan riil PDB tahun 2004-2005 diperkirakan akan mencapai 6 persen dibandingkan dengan 5,5 persen tahun 2003. Dalam kaitan itu, ekspor Laos akan mendapat keuntungan dari percepatan pertumbuhan perdagangan dunia tahun 2004-2005, terutama di Vietnam, Thailand, dan Uni Eropa, yang merupakan mitra dagang utama Laos. Kondisi ekonomi dunia yang membaik juga diduga akan mendorong peningkatan investasi ke Laos.

Hubungan luar negeri
Sejak merdeka dibawah Perancis pada tahun 1953-1975 politik luar negeri Laos lebih condong ke Barat, hal ini terlihat dari banyaknya bantuan yang diterima Laos dari Amerika Serikat. Namun setelah Laos memproklamirkan pemerintahan sosialisnya dan mengganti nama menjadi Lao People’s Demokratik Republic pada 2 Desember 1975 Politik luar negeri Laos lebih condong kepada angota Blok Komunis.

Tahun 1977 diadakan perjanjian persahabatan dan kerjasama antara Vietnam dan Laos yagn berlaku selama 25 tahun. Sesuai perjanjian ini Vietnam memberikan pelatihan kader partai sampai pada masalah pembangunan dan keamanan dalam negeri. Mesti dalam bidang politik Laos tergantung pada Vietnam namun dalam bidang ekonomi Laos terghantung pada Thailand, karena Laos tidak memiliki pelabuhan, maka ekspor negeri ini melalui Bangkok (Thailand) dan Da Nang (Vietnam). Diplomas Laos menganut politik luar negeri damai yang bebas merdeka, berpendirian mengembangkan hubungan persahabatan dan kerja sama dengan semua negara di dunia di atas dasar lima prinsip hidup berdampingan secara damai.

Ada dua prioritas utama kebijakan Luar negeri Laos yakni keinginan untuk memindahkan sekretarian komisi sungai Mekong dari Bangkok ke Vientiane. Selain itu yang lebih penting lagi adalah rencana Laos untuk bergabung dengan ASEAN pada tahun 1997. Hingga kini Laos berperan aktif dalam berbagai pertemuan ASEAN.

Hubungan Laos dengan Tiongkok ditandai dengan hubungan diplomatik pada tanggal 25 April tahun 1961. Pada tahun 2000, kepala negara Tiongkok dan Loas merealisasi saling kunjungan yang bersejarah, kedua pihak mengeluarkan " Pernyataan Bersama " mengenai peningkatan kerja sama bilateral. Pada bulan November tahun 2004, PM Tiongkok Wen Jiabao mengadakan kunjungan resmi di Laos. Pada bulan Juni tahun 2006, Presiden Laos Choummaly Sayasone mengadakan kunjungn kenegaraan di Tiongkok, kedua negara mengeluarkan " Komunike Pers Bersama ".

Dengan adanya keterbukaan hubungan Laos dengan negara-negara tetangga, Laos selalu berusaha membina hubungan baik dan damai. Kerja sama dengan negara-negara tetangga seperti Vietnam, Myanmar, Thailand, Kamboja, dan China terus dilakukan.

Oleh karena itu, dalam usaha mempromosikan hubungan antarperbatasan, telah dilakukan sejumlah proyek kerja sama di perbatasan. Di antaranya Zona Ekonomi Bujur Sangkar, yang mempromosikan kerja sama sosial-ekonomi, sosial budaya dan politik antara Laos, Thailand, Myanmar, dan China (di kawasan sebelah utara).

Lalu ada Zona Perdagangan Perbatasan Densavanh (BTZ) yang mempromosikan perdagangan perbatasan antara Pemerintah Laos dan Vietnam. Zona Ekonomi Khusus Savan-Seno (SASEZ) mempromosikan hubungan perdagangan dan pelayanan dalam Koridor Ekonomi Timur-Barat (SASEZ)

Analisa Perbandingan Pemerintahan Sosialis Vietnam-Laos
Dilihat dari sejarah awal masuknya sosialis di kedua Negara ini, Laos dan Vietnam memiliki perbedaan tersendiri. Vietnam memang sejak awal sangat optimis akan kemenangan sosiali Uni Soviet terhadap kapitalis Amerika Serikat. Karena itu ideologi sosialis menjadi dasar Negara apalagi setelah Perancis membagi Vietnam menjadi dua bagian yakni Vietnam Utara dan Vietnam selatan. Hingga pada akhirnya keduanya melakukan gencatan senjata, Vietnam selatan mendapat bantuan dari Amerika Serikat maka Vietnam utara akhirnya melakukan interaksi secara lebih terbuka dengan Soviet yang memperoleh bantuan hingga akhirnya menang dalam perang saudara tersebut. Selain itu Vietnam Utara juga berhasil mengusir pendudukan Amerika Serikat atas Vietnam.

Dari segi sejarah, sosialisme Laos lebih banyak mendapat pengaruh dari Vietnam. Setelah Vietnam utara membantu kelompok Pathet Lao yang pro-komunis memenangkan perang saudara di Laos yakni perang melawan pemerintahan kerajaan Lao yang didukung Amerika Serikat. Bahkan dalam perkembangannya Vietnam banyak berperan dalam pembangunan politik di Laos, hal ini terbukti dengan diberikannya pelatihan kader partai dan banyaknya Para penasehat Vietnam ditempatkan pada berbagai kementrian Laos untuk memformulasikan politik luar negerinya dengan mengabaikan kepentingan Vietnam.

Dalam segi pemerintahannya pemerintahan sosialis Vietnam sangatlah tegas terutama kepada para oposisi yagn menentang pemerintahan sosialis. Banyak diantara para penentang pemerintahan pada akhirnya dipenjara dan mendapat hukuman yagn sangat berat. Misalnya kekuatan politik Vietnam selatan dinyatakan sebagai agen Amerika Serkat untuk menghentikan proses revolusi Vietnam. Revolusi adalah persoalan hidup matinya bangsa Vietnam sehingga rakyat hrus mendukung nasib bangsanya yang berada dalam ancaman kapitalis.

Sebaliknya pemerintahan sosialis di Laos cukup friendly dengan kelompok-kelompok lainnya di Laos. Bahkan kepentingan merekapun diakomodasikan oleh kabinet meski semua anggota kabinet adalah komunis namun aspirasi dari kelompok netral dan non komunis tetap diperhatikan. Bukan hanya itu saja meskipun memiliki kekuasaaan partai tunggal namun masih ada kelompok lainnya sebagai penyeimbang kekuasaan jadi check and Balances di Laos dapat dipraktekan.

Dalam pengeluaran kebijakan ekonominya, kedua Negara ini mengeluarkan kebijakan yang relatif sama yakni sama-sama membuka diri dengan dunia internasional serta memberlakukan pasar bebas dengan harapan dapat keluar dari krisis ekonomi serta meningkatkan ekonominya yang sama-sama lemah. Setelah pengaruh Blok Timur mulai berkurang dan menyadari Negara-negara tetangganya yang mulai tumbuh maju. Laos dan Vietnam yang ekonominya masih tertinggal melakukan banyak perbaikan ekonomi serta membuaka pasar dan bisnis mereka serta sama-sama membuka kerjasama dengan berbagai negaraa serta aktif dalam organisasi internasional.

Dalam faktanya Vietnam lebih dulu membuka diri dan pasarnya ke dunia internasional. Hal ini terlihat dalam kongres partai keenam tahun 1986, ketua partai Truing Chinh menyampaikan agenda perbaikan ekonomi yang kemudian dikenal dengan doi moi yang berarti renovasi. Hingga kini perekonomian Vietnam masih lebih unggul dari pada Laos.

Laos sendiri mulai melakukan renovasi ekonominya pada tahun 1989 dengan dekeluarkannya undang-undang investasi yang terbuka serta tahun 1991 dikeluarkan undang–undang dasar hukum mekanisme ekonomi baru (NEM).

Dengan semua kebijakan ekonomi inilah secara perlahan perekonomian kedua Negara ini berkembang menjadi lebih baik serta terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Kesimpulan
Dari uraian-uraian yang telah dibahas sebelumnya terdapat beberapa kesimpulan yang dapat diambil. Dalam perkembangannya kedua Negara sosialis di Asia Tenggara ini yakni Laos dan Vietnam memiliki banyak persamaan yang sangat mendasar yakni dari segi politik dan ekonomi.

Segi politik kedua Negara ini memiliki banyak kesamaan. Laos banyak mengikuti perpolitikan dari Vietnam. Jadi secara garis besar sistem pemerintahan keduanya relatif sama, bahkan sikap Vietnam dan Laos dalam menghadapi kondisi dunia saat runtuhnya Blok timur dan kondisi perekonomian yang terus memburuk.tetap saja mereka tidak merubah kebijakan politik mereka yang berhaluan sosialis.

Meski dalam segi ekonomi, baik Vietnam maupun Laos mulai melakukan keterbukaan pasar menuju pasar bebas dan peningkatan investasi asing agar perekonomian keduanya bisa meningkat serta keluar dari krisis . namun politik dan ideologi sosialis mereka tetap dipertahankan dengan terus menyatakan bahwa mereka adalah negara sosialis di Asia Tenggara.